Tuesday, July 17, 2012

#7 Lucky Backpacker


☻ Judul Buku: LUCKY BACKPACKER 
☻Penulis: Astri Novia
☻Penerbit: Imania, Depok 
☻Cetakan: I, Jakarta 2011 II
☻Tebal:320 Halaman
☻Harga: Rp 38.000®Kategori:Memoar 

Tokoh utama dalam buku petualangan LUCKY BACKPACKER ini bernama Novia Safitri. Dengan menjadi backpacker, dia berusaha mewujudkan mimpi terbesarnya sejak kecil yakni KELILING EROPA.
Mengawali petualangannya dengan menjadi Aupair yaitu warga negara asing yang tinggal dalam jangka waktu tertentu di keluarga penerima tamu, untuk membantu pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak dengan imbalan tentunya. Pekerjaan Aupair ini didapat dengan cara surfing dan mengajukan langsung pada keluarga yang dimaksud melalui internet tanpa agency.
EUROPE, I’M COMINIIINGG…! begitu seru Via ketika tiba di bandara Soekarno Hatta untuk mengawali tur backpacking-nya dengan menjadikan Spanyol menjadi tujuan pertama. Landing di bandara Barcelona setelah sebelumnya transit di Changi, Singapura dan bandara Schipoli Amsterdam.
Sesampainya di Spanyol, Via dijemput Martha. Host pertamannya adalah keluarga Martha yaitu Torrrent Family di Quart, Barcelona. Di kota ini Via mulai bekerja sebagai Aupair, mengunjungi Nou Camp (kandang Barcelona FC) dan Sagrada Familia yang menakjubkan karya arsitek Gaudi. Terdapat juga Museum Gaudi tempat hasil karya seni Gaudi dipamerkan.
Kunjungannya ke Prancis dihabiskan dengan menyusuri Fifth Avenue-nya Paris yaitu Champs Elysees. Berpose di tempat yang menjadi magnet bagi para turis domestik dan international di kota ini adalah di Menara Eiffel dan Notredame. “Balooning…!” teriak Andre Host Via di Prancis ketika naik balon udara. Mereka dapat menikmati pemandangan rumah-rumah dari ketinggian, bangunan khas Eropa yang tua dan hamparan perkebunan anggur. Sungguh pengalaman yang Fascinating but Frightening! Selanjutnya mengunjungi Bordeaux sebagai wine region dimana anggur terbaik dunia dihasilkan. Bermain ski di Mont Blanc yang berada di kawasan pegunungan Alpen dan menjadi salah satu gunung tertinggi di Eropa barat yang berupa gunung berwarna putih karena tertutup salju.
Jerman menjadi tujuan berikutnya setelah sebelumnya mampir ke Belgia yang terkenal dengan coklatnya. Menyusuri sudut kota Cologne dimana Cologne Cathedral berada. Terdapat bangunan Cologne Dom yang memiliki 509 anak tangga sehingga kita dapat melihat pemandangan kota Cologne dari ketinggian 157 meter, masih kalah tinggi dibanding Sagrada Familia di Barcelona dengan tinggi 170 meter. Oh ya, ada Museum coklat dimana terdapat fountain coklat dan para pengunjung dapat mencicipi dengan mencelupkan potongan wafer yang ditumpuk di pinggir fountain.
Petualangan seru lainnya adalah Italia…negeri spagheti, juga negara di mana Del Pierro dilahirkan dan menjadi pesepak bola dunia. Menyusuri kota dimana Roman Forum berada dan Colosseum yang menjadi simbol kota Roma serta menjadi salah satu keajaiban dunia. Kebingungan Via rasakan antara mengujungi Pantheon atau ikut iring-iringan para pendukung sepak bola yang akan menyaksikan pertandingan bola di stadion Roma antara AS Roma VS SS.Lazio dengan tiket yang dia beli seharga 57,38 Euro! Angka yang menguras separuh isi dompetnya..Namun harapan menyaksikan Francesco Totti pupus karena bintang ini mengalami cedera. Hal ini tidak disesalinya karena kapan lagi dia menyaksikan pertunjukan bola Live belum lagi ditemani cowok-cowok Itali yang ganteng-ganteng.
Kembali ke Barcelona dengan uang yang nyaris habis . Via terpaksa harus bekerja untuk menambah uang karena tujuan terakhir sebelum pulang adalah mengunjungi Al hambra, tempat penuh sejarah kependudukan Islam atas Spanyol di perbukitan Sierra Nevada.
Sungguh pengalaman luar biasa dipenuhi dengan wisata kuliner yang beraneka ragam dan serba lezat. Juga diwarnai dengan suasana persahabatan tanpa memandang ras, bangsa dan agama bersama para host seperti Torrent Family di Spain, Andre, Chloe, Gabriel di Prancis , Alex di Jerman, Gobert family dan banyak lagi. Perbedaan prinsip tidak menghalangi pertemanan karena hidup adalah perbedaan. “Kita ambil yang baiknya saja agar bisa berjalan berdampingan” tulisnya.
Keberuntungan demi keberuntungan Via alami dalam petualangannya. Bertemu host yang baik hati dan selalu menganggapnya seperti keluarga sendiri, beruntung sebagai Aupair namun bisa kursus bahasa Spanyol, lucky ketika ditepuk laki-laki sewaktu tersedak sosis yang membuatnya hampir kehabisan nafas, ditawari Flo dan Theresia untuk menginap di rumahnya dan keajaiban-keajaiban lainnya sehingga Lucky Backpacker sangat pas menjadi judul buku ini.
Buku ini dilengkapi dengan notes penting serta 70 tips hemat dan cerdas travelling di Eropa. Membuka setiap lembarnya membuat hati tidak sabar untuk segera tahu isi halaman berikutnya. Membacanya seperti berada di ranah Eropa…Eropa seakan begitu real! Membawa angan kesetiap treasure yang disuguhkan penulis. Recommended banget bagi para backpacker sejati atau bisa juga menjadi inspirasi tujuan bepergian ke luar negeri. (ilin marine)

Load disqus comments

0 comments